Eka n Uta…

Di awal ramadhan, diawali dengan proses pengejaran. Saya bersama dengan 3 teman lainnya, merencanakan sebuah aksi penyergapan seseorang yang sekitar satu minggu terakhir ini mendadak menjadi orang yang penting dikalangan alumni SMAN 86 angkatan 2008. Terkenal bukan karena prestasi yang mereka berdua peroleh, tapi karena mereka berdua melarikan uang kami (baca: uang BTS !) kurang lebih 26 juta.

Sekitar jam 11 siang kami bertiga tiba di salah satu rumah “team” kami, di bilangan bumi bintaro permai. Rencana demi rencana telah di susun secara matang. Akhirnya, jam 11.30 WIB kami ber-empat memutuskan langsung meluncur ke polsek pesanggrahan, yang lokasinya tidak jauh dari tempat kami berada saat itu. Setelah beberapa menit berbicara dengan salah satu anggota polisi, kami disarankan untuk melaporkan masalah kami di polsek Cilandak. Hmm perasaan sedikit lega ada, perasaan kurang puas juga ada, tapi kami pantang menyerah…

Selesai sholat dzuhur di masjid… (saya lupa namanya, yg jelas masjid Jami’ di bintaro permai) team memutuskan untuk berangkat ke polsek cilandak. Tanpa disertai dengan satu anggota team (yang punya rumah). Sempat menunggu salah satu teman yang ingin berpartisipasi dalam misi penyergapan ini, namun karena beliau terlalu lama datangnya, maka kami putuskan untuk langsung meluncur ke polsek Cilandak.

Sebenarnya tujuan kami ke polsek cilandak ialah untuk melaporkan fakta kejadian yang sebenarnya kepada pihak polisi, dan harapan kami tentu saja BTS angkatan kami selesai dikerjakan tepat waktu. Hujan rintik2 sempat menghalangi perjalan kami selaku detektif dadakan. Namun tidak sampai menyurutkan langkah kami.

akhirnya sampai juga…

Pukul 14.00 WIB, kami ber – empat tiba di polsek cilandak. Sempat agak kaku juga melihat kantor polisi dan anggota polisi yang memasang wajah kurang bersahabat, dingin seperti terlalu sering menatap orang – orang jahat tak punya hati. Tetap saja mereka adalah alat negara, tanpa pandang bulu, menegakan keadilan di bumi Indonesia. Mulai kami di tanya2 tentang maksud dan tujuan kami oleh seorang anggota polisi, panjang lebar kami ber-empat detail2 perkara kejadian kepada beliau. Sekitar 1 jam kami di dalam ruangan, dan selesai sudah berkas laporan kami. Berkas lalu di lanjutkan ke bagian Reserse.

Bagian Reserse…

Salah satu anggota team kami, masuk ke sebuah ruangan reserse. Sekitar setengah jam di berada di sana, di interogasi mungkin. Karena tidak ada teman bicara, saya turun kebawah, ambil wudhu, tilawah di mushala dekat pintu masuk. Tiga orang team langsung turun ke bawah menuju mushola sekitar 20 menit kemudian.

Happy ending…

Alhamdulillah.. tidak sia2 kami jauh2 ke Cilandak, kami mendapatkan no telpon + alamat Uta dan Eka!! Sempat waktu perjalanan pulang, tanya kanan kiri namun nihil tidak ada yang tau persis alamatnya. Rasa lelah sudah mendera tubuh, sempat briefing sebentar di pinggir jalan. Cara terakhir telpon Eka (Sebelumnya tidak pernah diangkat). Subhanallah, berkat bimbingan reserse, kami SMS dulu beliau (Eka). Akhirnya diangkat juga! Sempat bicara beberapa detik, penekanan pada salah satu kata membuat Eka sedikit takut, dan tanggal 2 Ramadhan dia berjanji untuk menemui kami di kantornya….

3 responses

  1. blh saya tau nomor eka atau uta brpaa?
    kjadiannya sama dgn sma saya duluu, makasih yaa..
    balas lewat aja,. thx

    1. Masa ? nomornya ganti2 dia.. waktu itu aja dpt no dari polisi (baca: bareskrim)

      pesan moral :
      jangan pernah ada urusan lagi dengan dia.. huff..😀

      1. saya bisa minta nomornya? message saya yaa.. mkshhh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: