Antara : Nasionalisme dan makar…

Adzan zuhur berkumandang, tepat pada ramadhan hari ke 17.

terpikir sebuah pemikiran yang sangat mengusik hati. Ya, nasionalisme. Kata tersebut akhir – akhir ini lama bergaung di seluruh pernjuru Indonesia. Mulai dari para mahasiswa dengan segala tulisan spanduknya, hingga anggota DPR yang sangat bersemangat sekali dan mudah sekali menggunakan kata “perang”.

Tidak ada yang dengan sikap kita. Hanya menjadi kurang baik, ketika terlalu berlebihan. Kata pepatah, “memancing di air keruh”. Ternyata dibalik rasa nasionalisme yang berlebihan ini, ada gerakan yang besar dibalik ini semua. Pasti.

kenapa ?

Coba perhatikan, gaya pemberitaan dari setiap televisi swasta. semua sama. Dengan sudut pandang yang sama. Malahan ada yang sampai memprovokasi, membuat hubungan diplomatik dua negara serumpun tambah “memanas”. Nauzubillah.. Apakah harus dengan cara ini, mereka mengambil keuntungan ? Rating tinggi, harga pasang iklan pasti lebih tinggi. Tapi membuat masyarakat menjadi resah dimana – mana.


QS.49:12 – “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan) , karena sebagian dari prasangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

Sebagian prasangka adalah dosa. Belum sempat kita klarifikasi, kompromi dan negosisasi. Sudah dulu termakan prasangka yang sangat menyesatkan ini. Marilah kita pakai mata hati kita. Pakai akal sehat, karena “batu” akan hancurr jika dilawan dengan batu. Hanya air yang tenang dan menyegarkan yang dapat membuat batu tersebut menjadi berlubang. Begitulah Al Quran mengajarkan kita untuk bertaubat “…Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”

Grand Design oleh Yahudi Laknatullah, untuk membentuk New World Order (Tatanan Dunia Baru). Sampai hari ini, sisi kehidupan mana yang mereka tidak kuasai, Militer ? Budaya ? Media Massa ? Hampir semuanya. Tapi satu yang tidak dapat mereka kuasai, yaitu Iman yang Kuat seorang Muslim yang berpegang pada Al Qur’an dan Assunnah.

Ketika media massa disibukan dengan berita yang sama (pembentukan opini publik). Umat muslim semakin jauh dengan sunnah, ini makanan yang sangat lezat bagi mereka. Seperti dikutip di media

“Diam-diam Israel membuka kantor dagang di Jakarta saat semua media massa menayangkan rentetan peristiwa pengeboman hotel Ritz Carlton dan JW Marriott dan penangkapan jaringan teroris,” ujar Sekjen FUI, Muhammad Al Khathath, saat konferensi pers tablig akbar bertema “Menolak Perwakila Dagang Israel di Indonesia”, Sabtu (15/8) di Jakarta. (sumber : http://www.republika.co.id/berita/69703/FUI_Tolak_Kamar_Dagang_Israel# )

Kita harus berhati – hati dengan siasat mereka. Jangan terpengaruh dan terbawa arus yang sangat deras ini. Hendaklah kita menghidupkan kembali majlis – majlis ta’lim. Kita makmurkan masjid dengann shalat berjamaah. Ingat, domba yang sendiri akan mudah diterkan oleh srigala. Mari, murnikan kembali arti nasionalisme. Nasionalisme adalah sikap untuk membuat bangsa ini mempunyai jati diri ! bukan malah membuat bangsa ini menjadi mudah terombang ambing.

wallaualam bishawab.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: