Belajar GLBP dan OSPF

Selamat weekend saudara2 setanah air. Mumpung weekend mau post hasil belajar kemarin nih. Kali ini mau ngomongin GLBP dan diaduk dikit dengan OSPF. Intro sedikit, GLBP itu intinya protokol untuk membuat link redundant, yaitu jika salah satu link mati, maka link yang lainnya secara otomatis akan UP dengan sendirinya. Lebih lanjut tentang GLBP bisa ke TKP.😀

Round Robin:

  • This method is the default method used by Gateway Load Balancing Protocol (GLBP).
  • In this method the when the client sends ARP requests to resolve the MAC- address of the default gateway , the reply contains the MAC address of the next possible router in round-robin fashion

Weighted:

  •  Gateway Load Balancing Protocol (GLBP) places a weight on each device to calculate the amount of load sharing that will occur through MAC assignment
  • The routers participating in GLBP will advertise its weight and AVG will act based on that value
  • For example if we have two routers named ITKE-Router A and ITKE-Router B. If the ITKE-Router A has double the bandwidth capacity then the ITKE-Router B. ITKE-Router A will be configured with the double weighting value of ITKE-Router B

Host-Dependent

  • Each Client will always get the same Virtual MAC address.
  • The Mac-address of the host is used to determine which AVF’s mac the host is directed towards.
  • This method is used when the client needs a consistent gateway MAC -address.
  • Host dependent GLBP is not recommended in situation where there are small number of hosts, for example, less than 20

In upcoming posts let’s see how to configure Gateway Load Balancing Protocol (GLBP) in Cisco devices.

 

Selanjutnya OSPF, adalah routing protocol yang bisa dibiliang paling banyak dipakai saat ini. Mungkin kalau yang kerja di perusahaan telco sering yaa hehehe. OSPF kita pergunakan disini sebenarnya untuk tujuan verifikasi saja. Apakah topology dan skenario yang dibuat berjalan dan dapat diimplementasikan dilapanagan. Lebih jauh tentang OSPF langsung ke TKP…😀

topologi

Skenarionya adalah kita (R4) sebagai client atau pengguna layanan jaringan internet. Kita mempunyai 2 buah  link atau jalur (2 buah router R2 dan R3). Anggap saja R2 dan R3 adalah PE (provider edge). Dan R1 adalah router tujuan kita. Jadi, untuk dapat mengakses R1 dari R4, dapat melalui 2 buah jalur. Yaitu R4 – R2 – R1 atau R4 – R3 – R1. GLBP dikonfigurasi pada R2 dan R3. Selanjutnya OSPF dikonfigurasi pada R1, R2 dan R3.

DISCLAIMER !!

Topologi di atas hanya sebagai sarana pembuktian konsep. Topologi ini bukan solusi terbaik dalam implementasi dikehidupan nyata. Karena kombinasi router yang lain masih dapat memungkinkan untuk mendapatkan efisiensi yang tinggi. Jadi, santai aja yaa.. hehe😛

Nah GLBP disini bertujuan, saat R2 atau R3 mengalami gangguang link atau mati sekalipun, maka salah satau router R2/R3 dapat menggantikannya. Misal, R2 mati. Maka secara otomatis jalur akan dipindahkan melalui R3. Dan sebaliknya. Proses pemindahan jalur ini, dilakukan dalam hitungan detik, Sehingga client tidak merasakan dampaknya. GLBP ini merukapan salah satu konsep yang mendukung HA (High Availability). 

Bahan baku lab kita hari ini :

1. GNS 3

2. Cisco IOS 3600 Series c3640-jk9s-mz.124-16.bin

Baiklah, kita mulai konfigurasi awal yang paling mudah yaitu set IP address di R4.

<R4>

interface FastEthernet0/0

ip address 10.10.12.4 255.255.255.0

no shutdown

Set default route untuk R4.

<R4>

ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 10.10.12.2

Selanjutnya konfigurasi GLBP di R2 dan R3.

<R2>

interface FastEthernet0/0

ip address 10.10.11.2 255.255.255.0

no shutdown

interface FastEthernet1/0

ip address 10.10.12.1 255.255.255.0

no shutdown

glbp 1 ip 10.10.12.2

glbp 1 priority 150

glbp 1 preempt

<R3>

interface FastEthernet0/0

ip address 10.10.13.3 255.255.255.0

no shutdown

interface FastEthernet1/0

ip address 10.10.12.3 255.255.255.0

no shutdown

glbp 1 ip 10.10.12.2

Kita verifikasi GLBP dengan menggunakan perintah show glbp brief

Selanjutnya kita setting OSPF di Router R1, R2 dan R3 :

<R1>

interface FastEthernet0/0

ip address 10.10.11.1 255.255.255.0

no shutdown

interface FastEthernet1/0

ip address 10.10.13.1 255.255.255.0

no shutdown

router ospf 1

network 10.10.11.0 0.0.0.255 area 0

network 10.10.13.0 0.0.0.255 area 0

<R2>

router ospf 1

network 10.10.11.0 0.0.0.255 area 0

network 10.10.12.0 0.0.0.255 area 0

<R3>

router ospf 1

network 10.10.12.0 0.0.0.255 area 0

network 10.10.13.0 0.0.0.255 area 0

Baik sampai disini konfigurasi GLBP sudah selaesai. Sekarang kita mempunyai redundant link dari R4 ke R1. Yaitu melewati R2 dan melewati R3. Link redundant sangat bermanfaat jika salah satu link (link R3 atau R2) mati, maka dapat menggantikannya salah satu. Pada dasarnya, hanya satu link saja yang aktif saat kedua link tersebut UP.

Selanjutnya kita masuk tahap verifikasi dan pengecekan, apakah konfigurasi GLBP kita berjalan atau tidak.

Terima kasih.. semoga bermanfaat.

ditunggu pertanyaan, dan sarannya..😛

One response

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: